Pemudamuslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!" Sang pendeta pun mulai bertanya, 1. Sebutkan satu yang tiada duanya, 2. dua yang tiada tiganya, 3. tiga yang tiada empatnya, 22pertanyaan vs 1 pertanyaan Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Inikisah nyata seorang pemuda Arab yang menimba ilmu di Amerika rabu, 22 Februari 2006 silam. Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan sa 22Pertanyaan pendeta, dijawab semua oleh pemuda Muslim 5,263,136 views Jan 4, 2019 125K Dislike Share Save Lensa Aswaja 1.16M subscribers Subscribe Maha suci Allah dengan segala kebesarannya. Dia 1 Sebutkan satu yang tiada duanya, 2. dua yang tiada tiganya, 3. tiga yang tiada empatnya, 4. empat yang tiada limanya, 5. limayang tiada enamnya, 6. enam yang tiada tujuhnya, 7.. tujuh yang tiada delapannya, 8. delapan yang tiada sembilannya, 9. sembilan yang tiada sepuluhnya, 10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, . 22Paulus berbicara kepada orang Yahudi221-22 1”Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri.” 2Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata 3Kis. 534-39 Kis. 91-19a, 264-18 ”Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 4Kis. 83 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 5Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. 6Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 8Jawabku Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. 9Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 10Maka kataku Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. 11Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. 12Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 13Ia datang berdiri di dekatku dan berkata Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. 14Lalu katanya Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! 17Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. 18Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku. 19Jawabku Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka. 20Kis. 758 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya. 21Tetapi kata Tuhan kepadaku Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.” 22Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya ”Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!”Di dalam markas2223-29 23Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara. 24Karena itu kepala pasukan memberi perintah untuk membawa Paulus ke markas dan menyuruh memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia. 25Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas ”Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?” 26Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya ”Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum.” 27Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata ”Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?” Jawab Paulus ”Benar.” 28Lalu kata kepala pasukan itu ”Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal.” Jawab Paulus ”Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku.” 29Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang di hadapan Mahkamah Agama2230–2311 30Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka. Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dikutip dari bahwa Ashabulkahfi Bahasa Arab , ab al kahf adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun. Kisah ini terjadi sebelum zaman nabi Muhammad salallahu'alaihi wassalam. Para pemuda bersembunyi di dalam gua untuk melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanius. Kisah ini bersumber dari Al-Qur'an dalam Surah adalah kisah Ashabul Kahfi Penghuni Gua yang ditafsir secara jelas jalan ceritanya. Dalam kitab "Fadha'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah" jilid 2, hal. 261, diriwayatkan bahwa tiga pendeta Yahudi mendatangi Khalifah Umar bin Khatab. Mereka berkata, "Wahai, Amirul Mukminin, kami bertiga akan menanyakan beberapa hal kepada Anda. Jika Anda dapat menjawab pertanyaan kami, maka kami bertiga akan masuk Islam, tetapi jika kau tidak dapat menjawab, itu berarti Islam bukan agama yang benar, dan Muhammad bukanlah seorang rasul. "Umar menjawab," Baik pendeta, apa yang ingin kamu tanyakan? "Salah satu dari tiga pendeta itu berkata "Pertanyaan pertama kami adalah kapan pintu surga dikunci, lalu pertanyaan kedua; kapan waktu pintu surga dibuka, dan kemudian Ketiga, coba beri nama kuburan yang bisa berjalan dengan penghuninya, dan kemudian coba sebutkan makhluk Allah yang dapat memperingatkan umatnya tapi dia bukan manusia ataupun jin, coba sebutkan lima makhluk Allah yang berjalan di bumi tetapi tidak dilahirkan oleh ibu mereka, dan kemudian coba menjelaskan kepada kami kisah tentang seorang pemuda yang mempertahankan iman mereka dan bersembunyi di dalam gua! " Setelah pendeta Yahudi bertanya, Khalifah Umar menunduk dan berkata "Jika Umar tidak bisa menjawab pertanyaan yang tidak bisa dia jawab, itu tidak memalukan bagi Umar." Kemudian Umar berkata "Tapi sebagian dari kami bisa menjawab pertanyaan ini." Imam menjawab "Jika ada, ajukan saja." kemudian dipanggil Salman al-Farizi oleh Umar "Salman!.., kau pergi ke rumah Ali, katakan Umar memanggilnya" maka Salman langsung lari ketempat Ali bin Abi Thalib kemudian berkata "Wahai Ali, Umar memanggilmu, ada tiga orang pendeta Yahudi mendebatnya" maka mendengar itu Ali langsung beranjak pergi ketempat Umar bin Khattab yang waktu itu masih duduk bersama tiga orang pendeta. Ali berkata "Ada apa ya Amirul Mukminin?" Umar menjawab "Tiga pendeta menanyakan beberapa hal. Jika kita dapat menjawab, mereka akan masuk Islam. Tetapi jika kita tidak dapat menjawab, jangan katakan bahwa Muhammad adalah seorang rasul dan Islam adalah agama yang benar. "Kemudian Ali berkata kepada pendeta" Coba ulangi pertanyaannya ".Maka kata pendeta "Yang pertama Ali, kapan pintu langit itu di kunci oleh Allah ?", maka kata Ali "Syirik kepada Allah, jika kalian mempersekutukan Allah maka seluruh amalan tidak naik kelangit, itulah makna langit terkunci".Pendeta kembali bertanya "kemudian Ali, coba engkau sebutkan kuburan yang bisa berjalan bersama penghuninya", maka kata Ali "yang kalian tanyakan ini adalah Yunus bin Matta/Nabi Yunus as. yang berada didalam perut ikan dibawa jalan ke tujuh samudra selama 40 hari. Itulah kubur yang berjalan bersama penghuninya".Ketiga pendeta pun terkaget dengan jawaban Ali yang cerdas. Pendeta berkata "Baik Ali, kau benar. Kemudian Ali coba engkau sebutkan makhluk Allah yang bisa memberi peringatan pada kaumnya tadi dia bukan manusia bukan pula jin", kemudian Ali menjawab "ketika nabi Sulaiman dan bala tentaranya sampai di lembah semut, terdapat seekor semut yang memimpin kawan-kawannya "wahai para semut, masuklah kalian kedalam sarang-sarang kalian, karena nanti kalian akan terinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya" inilah makhluk Allah yang bisa memberi nasehat kepada kaumnya, tetapi dia bukan manusi bukan pula jin". Pendeta kembali bertanya "Baik Ali, coba engkau sebutkan lima makhluk Allah yang berjalan dimuka bumi tapi tidak dilahirkan oleh induknya", kemudian Ali menjawab "Adam as., Siti Hawa, Unta Nabi Saleh, tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular, kambing pengganti Nabi Islail". Akhirnya dua dari pendeta ini langsung menyatakan "Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah".Namun pendeta yang satu berkata "tunggu Ali, dua kawanku memang sudah terpengaruh oleh jawabanmu Ali, tapi masih ada satu lagi yang belum terjawab. Coba engkau ceritakan kisah pemuda yang bersembunyi didalam gua untuk mempertahankan imannya!", Ali menjawab "Baik, akan aku terangkan seperti apa yang ada dalam Al-Qur'an", Pedeta menyela "Kalau dari Al-Qur'an kami sudah dengar. Kami ingin engkau detail menerangkannya seperti yang disampaikan Rasulullah kepadamu", maka kata Ali "Kalau begitu benarkan duduk kalian. Silahkan dari mana kalian ingin menanyakan", pendeta bertanya "Dimana peristiwa itu terjadi ?", maka kata Ali "Dikota Aphesus", pendeta berkata "Silahkan lanjutkan Ali",Ali melanjutkan "Jadi dulunya kota Aphesus ini dikuasai oleh raja yang sangat baik, ketika raja ini meninggal, raja Dikyanius yang menguasai Roma mendengar bahwa Raja Aphesus ini meninggal maka mereka pun menyerang kota Aphesus dan mereka kuasai", kemudian kata Ali "Dikianius membangun istana besar", pendeta menyela "Tunggu dulu Ali, berapa panjang dan lebar istana yang dibangun Raja Dikyanius?", maka kata Ali "Panjang satu farsakh dan lebar satu farsakh 1 farsakh = 5541 meter", pendeta berkata "baik Ali, teruskan". 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya JAKARTADia termasuk salah seorang yang menentang dakwah Islam pada awal kemunculannya dan yang mengahalangi para pengikutnya. Namanya dikenal sebagai an-Nadhar Ibnul Harits, salah seorang tokoh golongan kaum kaya Quraisy yang memegang kekuasaan di Kota Makkah. Dia memanfaatkan kekayaan dan kedudukannya untuk menindas para pengikut Nabi dari Persia untuk belajar kepada beberapa juru dongeng di kerajaan, di antaranya Rustam dan Isfandiar, an-Nadhar merasa terancam atas kehadiran Rasulullah. Di Makkah, dia melihat Rasulullah yang telah mengaku diutus Tuhan itu membacakan ayat-ayat Alquran yang menarik hati sebagian warga. Jika Rasulullah berdakwah di suatu majelis menceritakan berita tentang orang terdahulu, an-Nadhar akan berkata, “Demi Allah, siapakah juru kisah yang paling bagus? Aku atau Muhammad?”An-Nadhar dan kaum Quraisy lainnya kaget mengetahui dakwah Rasulullah yang semakin menyebar. Beberapa kabilah Arab sudah menjauhi berhalanya setelah didatangi Muhammad. Mereka kemudian menawarkan kedudukan dan harta berlimpah dengan syarat Rasulullah harus berdakwah dengan menghina tuhan-tuhan mereka dan mencerai-beraikan kesatuan kaum Quraisy. Tapi, Rasulullah akan kegagalan tersebut, pemuka Quraisy kembali berkumpul mencari jalan lain untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad. An-Nadhar berkata di hadapan para kaum Quraisy, seperti yang dikisahkan dalam sirah Ibnu Hisyam.“Hai kaum Quraisy, demi Allah kalian benar-benar ditimpa suatu persoalan yang belum dapat kalian pecahkan. Dahulu, Muhammad hidup di tengah-tengah kalian sebagai seorang anak yang paling kalian senangi, yang paling berkata jujur, dan yang paling dipercaya. Tatkala kalian melihat tanda-tanda kedewasaan di antara kedua pipinya dan membawa agama baru kepada kalian, lalu kalian berkata, dia tukang sihir. Demi Allah, dia bukan tukang sihir. Aku pernah melihat para tukang sihir, tiupan-tiupan mereka, dan buhul-buhulnya,” ujar melanjutkan pidatonya dengan kebencian yang jelas akan agama baru itu. “Kalian juga berkata, dia adalah dukun. Demi Allah, dia bukan dukun. Aku pernah melihat para dukun dan perilakunya. Serta, kami juga mendengar jampi-jampinya,” katanya. “Kalian juga mengatakan, dia adalah seorang penyair. Demi Allah, dia bukan seorag penyair. Kami telah melihat syair dan mendengar seluruh jenisnya, baik yang bermetrum hajaj maupun rujaz,” tuturnya.“Kalian mengatakan bahwa dia itu orang gila. Demi Allah, dia bukan orang gila. Kita pernah melihat orang gila, perilakunya, racauannya, dan ketidakwarasannya. Hai Kaum Quraisy, renungkanlah persoalanmu. Demi Allah, kalian benar-benar mengalami persoalan yang besar,” tandas berkata demikian, kaum Quraisy mengutus an-Nadhar bersama Uqbah Bin Abi Mu'ith supaya menemui para pendeta Yahudi di Madinah. Tujuannya, untuk mendapatkan informasi dari para pendeta Yahudi mengenai sejarah nabi dan kaum terdahulu untuk mengonfirmasi kebenaran yang disampaikan oleh Muhammad sekaligus untuk mengetahui pendapat mereka terhadap Muhammad. Berangkatlah an-Nadhar dan Uqbah ke Madinah dengan bergegas karena ingin segera mendapatkan informasi dari para pendeta atau penjelasan tentang apa yang dibawa oleh tiba di perkampungan Yahudi, keduanya menjelaskan keberadaan Muhammad kepada para pendeta. Mereka menerangkan ciri-cirinya, menginformasikan sebagian perkataannya, serta menggambarkan kehidupannya. Para pendeta Yahudi pun berkata.“Tanyakanlah kepadanya tentang tiga hal. Jika dia dapat menjawabnya, berarti dia seorang nabi yang diutus. Jika tidak menjawab, berarti dia hanya seorang yang mengada-ada dan mereka-reka sesuatu untuk akalmu,” kata para rabi Yahudi pertama mengenai apa yang dialami oleh sekelompok pemuda yang pergi pada zaman dahulu dan memiliki kisah yang menakjubkan. Lalu, kaum Quraisy Makkah juga diminta untuk menanyakan kepada Muhammad tentang seseorang yang telah berkeliling dunia hingga mencapai belahan timur dan barat. “Serta, tanyakanlah padanya tentang ruh. Apakah ruh itu?''Para pendeta Yahudi pun mengingatkan kepada kedua bangsawan Quraisy itu, “Jika dia mampu menjawab ketiga pertanyaan itu, ikutilah dia. Sebab, dia adalah seorang Nabi. Jika tidak, berarti orang itu hanya mengada-ada dan tindaklah dia sesuai dengan apa yang terpikir olehmu,” kata mereka. An-Nadhar dan Uqbah pun lalu memanggil para pemuka Quraisy dan menceritakan apa yang dikatakan oleh para pendeta Yahudi. Kemudian, an-Nadhar dan para pemuka Quraisy pun pergi menemui Rasulullah dan menanyakan ketiga pertanyaan tersebut. Tapi, Rasulullah hanya menjawab. “Aku akan menjawab pertanyaan kalian besok,” sampai hari ke-15 Allah tak kunjung menurunkan wahyu dan Jibril tidak menemui Nabi untuk memberi jawaban atas tiga pertanyaan yang diajukan pemuka Quraisy. Atas ketidakmampuan Nabi memberi jawaban itu, petinggi Quraisy pun merasa menang.“Muhammad berjanji esok hari. Sekarang, kita berada di pagi hari kelima belas. Namun, dia tidak kunjung menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya,” teriak pun risau. Akhirnya, datanglah Jibril membawa jawaban yang ditunggu-tunggu itu, yaitu surah al-Kahfi. Surah ini, di antaranya, menegur Rasulullah karena kesedihannya dalam menghadapi Kaum Quraisy, berita tentang sekelompok pemuda yang dikenal dengan para pemuda gua ashabul kahfi, tentang seorang laki-laki bernama Zulqarnayn yang berkeliling dunia, dan tentang pun bertanya kepada Jibril mengenai lambatnya jawaban yang datang. “Hai Jibril, engkau tidak kunjung menemuiku sehingga aku nyaris berburuk sangka,” tuturnya. Jibril pun menjawab dalam surah Maryam ayat 64 “Dan tidaklah kami turun kecuali dengan perintah Tuhanmu kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita, dan apa-apa yang di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.”Namun, setelah mendengarkan jawaban Nabi Muhammad, para pemuka Quraisy tetap mengingkarinya. Mereka juga tidak menjalankan pesan pendeta Yahudi untuk mengikuti ajaran baru itu bila Rasulullah mampu menjawab tiga pertanyaan tersebut. Turunnya surah al-Kahfi untuk memberi tiga jawaban itu juga diikuti turunnya ayat ke-23 yang merupakan teguran kepada Nabi. “Dan jangan sekali-kali kami mengatakan terhadap sesuatu, sesungguhnya aku akan mengerjakan itu esok pagi, kecuali dengan menyebut Insya Allah.”Pemuka Quraisy kehabisan akal untuk mematahkan argumen mengenai kenabian Muhammad. Tiga pertanyaan penting mengenai kaum terdahulu dari para pendeta Yahudi berhasil dijawab Rasulullah dengan benar, walau terlambat 14 hari. Karena itu, tiada jalan lain untuk menghentikan aktivitas dakwah Rasulullah, selain dengan pemuka Quraisy pun memikirkan rencana jahat lain untuk menghancurkan Rasulullah. Mereka berkumpul di Darun Nadwah untuk bermusyawarah. An-Nadhar membuka forum dengan mengatakan ''Persoalan orang ini telah kalian rasakan. Demi Allah , kita tidak aman dari serangannya melalui para pengikutnya. Karena itu, satukanlah pandangan dalam menghadapinya.''Pemuka Quraisy kemudian memilih seorang dari setiap kabilah, yaitu pemuda yang kuat, gagah, dan cakap. Kemudian masing-masing pemuda, diberi sebilah pedang. Mereka diinstruksikan untuk menyerang Rasulullah. Namun, rencana itu gagal. Rasulullah dapat menyelinap menghindari para pemuda yang mengepung rumahnya, lalu beliau berhijrah ke Yatsrib, kota kaum tersebut dijawab Kaum Quraisy kembali dengan rencana jahat lainnya. Mereka tidak hanya mengusir Nabi dari kampung halamannya serta menyiksa penduduknya dan para pengikutnya. Mereka bahkan menyiapkan pasukan yang kuat untuk menghancurkan Rasulullah dan para pengikutnya. Tiga panji Kaum Quraisy dibawa oleh tiga orang dari Bani Abdud Dar, yaitu An-Nadhar, Aziz Ibnu Umair, dan Thalhah Ibnu Abi perang Badar. Dalam perang pertama antara kaum Muslim dan kaum Quraisy Makkah itu, kekalahan menimpa orang-orang Makkah. An Nadhar berhasil pun ditawan oleh Al-Miqdad Ibnul Aswad. Rasulullah berkomentar mengenai nasib an-Nadhar. ''Dia pernah mengatakan tentang kitab Allah dengan ungkapan yang sama-sama telah kita ketahui,'' kata An-Nadhar ini diabadaikan Allah dalam Al-Quran. Setidaknya 10 ayat yang berkaitan dengan An-Nadhar diturunkan. Di antaranya adalah surah Al-Furqaan ayat 5. ''Dan mereka berkata dongengan-dongenangan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.''Penolakan an-Nadhar terhadap ajaran Islam juga diungkap dalam surah An-Anfaal ayat 31-32. ''Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami, mereka berkata, sesungguhnya kami telah mendengat ayat-ayat seperti ini. Kalau kamu menghendaki, niscaya kami dapat membacakan yang seoerti ini. Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala. Dan ingatlah ketika mereka berkata, ya Allah, jika betul Alquran ini, dialah yang benar dari sisi engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit dan datangkanlah kepada kami azab yang pedih.'' Dalam perang Badar itulah doa an-Nadhar akan turunnya azab itu terjawab. Dia mati terbunuh. Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!" Sang pendeta pun mulai bertanya, 1. Sebutkan satu yang tiada duanya, 2. dua yang tiada tiganya, 3. tiga yang tiada empatnya, 4. empat yang tiada limanya, 5. limayang tiada enamnya, 6. enam yang tiada tujuhnya, 7.. tujuh yang tiada delapannya, 8. delapan yang tiada sembilannya, 9. sembilan yang tiada sepuluhnya, 10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, 11. sebelas yang tiada dua belasnya, 12. dua belas yang tiada tiga belasnya, 13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya. 14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! 15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? 16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? 17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? 18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! 19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? 20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! 22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?" Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata, 1. Satu yang tiada duanya ialah Allah subhanahu wa ta'ala. 2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda kebesaran kami." Al-Isra' 12. 3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh. 4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an. 5. Limayang tiada enamnya ialah shalat lima waktu. 6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan makhluk. 7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." Al-Mulk 3. 8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas kepala mereka." Al-Haqah 17. 9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan **** 10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." Al-An'am 160. 11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf 12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." Al-Baqarah 60. 13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya. 14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah subhanahu wa ta'ala ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." At-Takwir 18. 15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi YunusAS. 16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." 17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." Luqman 19. 18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim. 19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." Al Anbiya' 20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi penghuni gua. 21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." Yusuf 28. 22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang limawaktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari. Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!" Pendeta tersebut berkata, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. " Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah." Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa. * Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan pent. ** Kisah nyata ini di ambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui internet, Ada seorang Pemuda Muslim yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah untuk mendalami Agama Islam dan mempelajarinya. Selain belajar, ia juga merupakan seorang Juru Dakwah Islam. Ketika sedang kuliah, ia pernah berkenalan dengan seseorang yang beragama Nasrani. Hubungan mereka sangat akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah untuk masuk Islam. Pada suatu hari, mereka berdua berjalan - jalan di sebuah perkampungan. Dan kebetulan pada saat itu, mereka melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya yang Nasrani itu meminta agar ia juga turut masuk ke dalam gereja tersebut. Semula ia sangat keberatan, namun karena temannya terus mendesak dan memintanya agar ikut memasuki gereja tersebut, akhirnya Pemuda Muslim itupun memenuhi permintaan temannya tersebut dan ikut masuk ke dalam gereja. Pemuda tersebut duduk di salah satu bangku dengan hening. Sebagaimana kebiasaan mereka ketika Pendeta memasuki gereja adalah mereka serentak berdiri untuk memberikan hormat dan kemudian kembali duduk. Di saat itu si Pendeta agak terbelalak dan terkejut ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda Muslim itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu sekali lagi, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Begitu seterusnya sampai berkali – kali, namun Pemuda tersebut tetap diam dan tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya Pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Setelah sang Pendeta berbicara seperti itu, barulah Pemuda tersebut bangkit dari duduknya dan beranjak keluar. Di ambang pintu, Pemuda Muslim tersebut berbalik dan bertanya kepada sang Pendeta, “Bagaimana anda mengetahui bahwa saya adalah seorang muslim ?” “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Jawab sang Pendeta. Kemudian sang Pemuda itupun berbalik menuju pintu keluar dan berjalan dengan tenang. Namun sang Pendeta melihat kesempatan itu. Ia ingin memanfaatkan keberadaan Pemuda Muslim di gerejanya ini untuk mengokohkan markasnya tersebut, yaitu dengan mengajaknya berdebat dan memojokkannya dengan beberapa pertanyaan yang menjebak. Pemuda Muslim itupun terdiam dan berpikir sejenak sambil menimbang - nimbang tantangan yang diajukan oleh sang Pendeta. Setelah menimbang – nimbang, akhirnya ia pun menerima tantangan debat tersebut. “Aku akan mengajukan kepada Anda 22 pertanyaan dan Anda harus menjawabnya dengan tepat.” kata sang Pendeta mendengar kesanggupan Pemuda tersebut. “Silahkan !” jawab sang Pemuda sambil tersenyum. Sang pendeta pun mulai bertanya, “Sebutkan …. Satu yang tiada duanya,. Dua yang tiada tiganya,. Tiga yang tiada empatnya,. Empat yang tiada limanya,. Lima yang tiada enamnya,. Enam yang tiada tujuhnya,. Tujuh yang tiada delapannya,. Delapan yang tiada sembilannya,. Sembilan yang tiada sepuluhnya,. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,. Sebelas yang tiada dua belasnya,. Dua belas yang tiada tiga belasnya,. Tiga belas yang tiada empat belasnya,. Sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh ! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya ? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga ? Sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya ? Sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu ! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api ? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu ? Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar ! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari ?” Mendengar pertanyaan tersebut, Pemuda Muslim itu tersenyum dengan senyuman yang mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia menjawab, “ Satu yang tiada duanya adalah Allah SWT. Dua yang tiada tiganya adalah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda kebesaran kami.” Al-Isra’ 12. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir merusak kapal yang ditumpanginya, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh. Empat yang tiada limanya adalah Kitab – Kitab yang diturunkan oleh Allah SWT, yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. Lima yang tiada enamnya adalah shalat lima waktu. Enam yang tiada tujuhnya adalah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk. Tujuh yang tiada delapannya adalah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” Al-Mulk 3. Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas kepala mereka.” Al-Haqqah 17. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” Al-An’am 160. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” Al-Baqarah 60. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” At-Takwir 18. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, ”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ”Tak ada cercaaan terhadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Surat Yusuf, Juz 13 Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” Luqman 19. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” Al-Anbiya’ 69. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah Abrahah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashhabul Kahfi penghuni gua. Sesuatu yang diciptakan oleh Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” Yusuf 28. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting dan setiap ranting mempunyai 30 daun, kemudian setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari. Mendengar jawaban sang Pemuda tersebut, Pendeta dan para hadirin merasa takjub. Kemudian Pemuda tersebut meminta pamit dan beranjak hendak pergi. Namun setelah berjalan beberapa langkah, ia mengurungkan niatnya dan membalikkan badan menatap sang Pendeta. “Bolehkah aku mengajukan satu pertanyaan kepadamu ?” tanya sang Pemuda Muslim. “Silahkan,” jawab sang Pendeta menyetujui. Sang Pemuda diam sejenak, kemudian berkata, “Apakah kunci Surga itu ?” Mendengar pertanyaan itu, lidah sang Pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus bersorak-sorak mendesaknya agar ia menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepada Pemuda tersebut dan semuanya ia jawab dengan tepat. Sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan, namun anda tidak mampu menjawabnya ??“ teriak salah seorang hadirin. Pendeta tersebut berkata, “Sungguh, aku mengetahui dengan baik jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian akan marah jika aku menjawabnya.“ “Kami menjamin keselamatan anda.” jawab mereka serentak. Sang Pendeta mengambil nafas sejenak dan menghembuskannya kembali sambil berkata, “Jawabannya ialah Asyhadu an laailaahaillallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Tentu saja,, semua hal yang terjadi di atas adalah dengan ilmu. Sekarang pertanyaannya adalah, Kapankah peran kita akan dimulai..??? Berikut ini saya akan menceritakan kisah seorang pemuda yang diberikan nikmat dari Allah berupa Pendidikan Agama Islam bahkan dia juga mampu mendalaminya. Pemuda itu baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Selain belajar dia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab dengan harapan semoga Allah memberikannya Hidayah. Pada suatu hari merekaa berdua berjalan-jalan disebuah perkampungan di Amerika dan melintas diidekat sebuah Gereja yang terdapat dikampung itu. Temannya itu meminta agar dia turut masuk kedalam Gereja. Semula dia keberatan, namun karena temannya terus mendesaknya, akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaan temannya untuk masuk kedalam Gereja dan duduk disalah satu bangku dengan hening sebagaimana barisan mereka. Ketika Pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan dan lantas kembali duduk. Disaat itu Pendeta terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata “Ditengah kita ada seorang Muslim, aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempat duduknya. Pendeta tersebut mnegucapkan perkataan itu berkali-kali. Namun ia tidak juga bergeming dari tempat duduknya. Hingga akhirnya Pendeta itu berkata “Aku minta ia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya”. Barulah pemuda ini beranjak keluar. Saat beraada diambang pintu itu dia bertanya kepada Sang Pendeta “Bagaimana anda tahu kalau saya seorang Muslim”, Pendeta itu menjawab “Dari tanda yang terdapat diwajahmu”. Saat pemuda itu beranjak keluar, sang Pendeta berkata “Aku akan mengajukan 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat”. Dan pemuda itu menyanggupinya dengan tersenyum lalu berkata “Silahkan!”. Kemudian sang Pendeta pun mulai bertanya. Sebutkan satu yang tiada duannya? Sebutkan dua yang tiada tiganya? Sebutkan tiga yang tiada empatnya? Sebutkan empat yang tiada limanya? Sebutkan lima yang tiada enamnya? Sebutkan enam yang tiada tujuhnya? Sebutkan tujuh yang tiada delapannya? Sebutkan delapan yang tiada sembilannya? Sebutkan sembilan yang tiada sepuluhnya? Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh? Sebelas yang tiada dua belasnya? Dua belas yang tiada tiga belasnya? Tiga belas yang tiada empat belasnya? Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai Ruh? Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk kedalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun dia tak menyukainya? Sebutkan sesuatu makhluk yang diciptakan Allah tanpa ayah dan Ibu? Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar? Pohon apa yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 dibawah naungan dan 2 dibawah sinar Matahari? Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah, setelah membaca Basmalah ia berkata, Satu yang tiada duannya adalah Allah SWT Dua yang tiada tiganya adalah Malam dan Siang Sesungguhnya Allah berfirman “ Dan kami jadikan malam dan siang sebagi dua tanda Kebesaran kami”. Al-Isra12 Tiga yang tiada empatnya adalah Kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa as ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir rubuh. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, zabur dan Al-Qur’an. Lima yang tiada enamnya adalah Sholat 5 waktu. Enam yang tiada tujuhnya adalah Jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk. Tujuh yang tiada delapannya adalah Langit yang tujuh lapis Allah SWT berfirman “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb yang maha pemurah sesuatu yang tidak seimbang”. Al-Mulk38 Delapan yang tiada sembilannya adalah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah SWT berfirman “Dan Malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit dari pada bumi itu delpan Malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas mereka”. Al-Haqah17 Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa as yakni Tongkat, Tangan yang bercahaya, Angin Topan, Musim Paceklik, Katak, Darah, Kutu, Belalang dan Peristiwa di Bukit Thur. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh adalah Kebaikan Allah SWT Allah SWT berfirman “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat”. Al-Imran160 Sebelas yang tiada dua belasnya adalah Jumalah saudara Yusuf Dua belas yang tiada tiga belasnya adalah Mukjizat Nabi Musa as yang terdapat dalam firman Allah. “Dan Ingatlah ketika Musamemohon air untuk kaumnya. Lalu kami berfirman ”Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu muncullah dari padanya dua belas mata air”. Al-Baqarah60 Tiga belas yang tiada empat belasnya adalah Jumlah saudara Yusuf ditambah Ayah dan Ibunya. Adapun sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai Ruh adalah Waktu subuh. Allah SWT berfirman ”Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”. At-Takasur18 Kuburan berjalan membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus as. Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah Saudara Yusuf yakni ketika merekaa berkata kepada Ayahnya “Wahai Ayah kami, Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba”. Tidak ada cercaan terhadap kalian dan Ayah mereka. Sesuatu yang diciptakan Allah namun dia tak menyukainya adalah Suara Keledai. Allah SWT berfirman”Sesungguhnya sejelek-jeleknya suara adalah suara Keledai”. Luqman19 sesuatu makhluk yang diciptakan Allah tanpa ayah dan Ibu adalah Nabi Adam as, Hawa, Malaikat, Unta Nabi Shalih as dan Kambing Nabi Ibrahim as. Makhluk yang tercipta dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api adalah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim as. Allah SWT berfirman “Wahai api dinginkanlah dan selamatkan Ibrahim”. Al-Anbiya. Makhluk yang tercipta dari batu adalah Unta Nabi Shahih as, yang diazab dengan batu adalah tentara Bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-Habul Kahfi Penghuni Goa. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar perkara besar adalah Tipu daya wanita. Allah SWT berfirman ”Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar”. Adapun Pohon apa yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 dibawah naungan dan 2 dibawah sinar Matahari yaitu mempunyai makna Pohon adalah Dahan, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari, Buah adalah Shalat 5 waktu dan 3 dikerjakan malam hari dan 2 disiang hari. Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban dari pemuda muslim tersebut, kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi, namun ia mengurungkan niatnya dan meminta pendeta agar menjawab satu pertanyaan yang diberi yaitu “Apa kunci masuk surga”. Mendengar pertanyaan pemuda tersebut, hatinya diselimuti keraguan dan wajahnya pun berubah, ia menyembunyikan kekhawatirannya namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir digereja terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, ia berusaha mengela. Mereka yang hadir didalam gereja berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara dia hanya memberimu satu pertanyaan, namun anda tak mampu menjawabnya”. Pendeta itu berkata, “ Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah”. Mereka menjawab, “Kami akan menjamin keselamatanmu” Sang Pendeta pun berkata, “Jawabannya adalah Ashadu Alla Ilaha illallah wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah”. Dan pada saat itu juga, Pendeta dan orang-orang yang hadir digereja memeluk Islam. ALLAHU AKBAR. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam ditangan seorang pemuda. SUBHANALLAH Keterangan Nama pemuda Arab itu adalah Abu Yasid Al-Bustami Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 22 Februari 2006 Banyak sekali media maupun sumber yang kita bisa gunakan untuk belajar, apalagi untuk belajar dan lebih memahami Agama kita sendiri Islam. Walaupun kejadian ini sudah cukup lama, semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran sebagai kita umat muslim untuk terus belajar agama dan tidak menjadikan agama hanya sebagai status saja. Semoga bermanfaat... AMIN

kisah 22 pertanyaan pendeta